Gelisah
2 hari ini aku belajar banyak tentang makna sebuah kepercayaan. 3,5 tahun aku merintis kantor cabang di Bali dan semuanya akan berakhir dengan sebuah kekecewaan. Aku terus berpikir, apakah sebenarnya salahku? Apakah karena aku mempercayai seseorang dan itu salah? Hatiku benar-benar hancur saat tahu orang yang selama 3 tahun duduk bersebelahan dan ikut bersamaku membesarkan kantor ini dapat begitu tega mengkhianati aku dengan cara yang lebih keji dibandingkan menikamku dengan pisau dari belakang. Kepalaku sungguh pening saat ini… migrainku kambuh, tensiku naik dan aku sering termenung tak tahu memikirkan apa. Pandanganku akan hari depan saat ini kembali kupertanyakan… seperti apakah hari esok? Aku tak tahu. Aku hanya berharap masalahku ini dapat segera berlalu dengan baik… dan bila itu berlalu, aku hanya bisa pasrah akan nasibku.
Ah, aku percaya bahwa Tuhan akan menjagaku… walaupun dalam hati aku pun agak meragukan kepercayaanku itu, mengingat aku bukanlah orang suci. Aku terus berkata pada diriku… kuatkan diri, kuatkan hati, aku harus bisa bertahan sampai akhir… Hanya itulah bentuk pertanggungjawabanku pada orang-orang yang selama ini sudah mempercayai aku dan kantor yang kupimpin ini, sekalipun selama menjalaninya aku akan menerima banyak caci dan maki. Ya Tuhan… kuatkanlah aku…
Yang mencoba untuk tetap bertahan,
JN. Rony
20070927
Dear Mamo-san,
Sebagai orang yang pernah tahu rasanya dikhianati oleh orang yang benar2 kita percayai (untuk urusan kantor), aku terus terang juga pasrah. Ada baiknya kita terus berdoa dan berharap pada Yang Di Atas. Semuanya pasti ada jalan keluarnya, jangan pernah berpikir bagaimana caranya, karena itu adalah wewenangNya. Just believe dan trust on Him. He’ll show you the way. Let’s pray together for own good. Father will never leave His children. That’s for sure !!
Maureen — September 28, 2007 @ 5:27 pm