..:: Mamoru’s HandMade ::..

December 20, 2000

Santa Klaus atau Sinterklas, Antara Dongeng dan Kenyataan

Filed under: HandMade — m4m0ru @ 7:21 am and

Santa Klaus atau Sinterklas, siapa sich yang nggak tahu? Seorang sosok yang melegenda sedemikian kuatnya pada setiap masa Natal di seluruh dunia, hampir menyamai bahkan mungkin menutupi sosok Tuhan Yesus sendiri yang dilahirkan pada bulan Desember. Siapa sebenarnya dia itu ?

Sosok Santa Klaus, yang penampilan sebenarnya tidaklah seperti yang kita saksikan, adalah benar-benar ada, bukan hanya sekedar dongeng Natal. Nama aslinya adalah Santo Nicholas, seorang santo yang juga uskup di Myra (sekarang Turki) sekitar tahun 300-an. Lahir sebagai ank tunggal dari keluarga kaya dan menjadi yatim piatu pada usia muda, saat kedua orang tuanya meninggal karena wabah. Dia dibesarkan di sebuah biara dan pada usia 17 tahun, dia menjadi salah satu imam termuda. Banyak cerita tentang kedermawanannya, dia membagi-bagikan kekayaannya dalam bentuk hadiah kepada orang-orang yang membutuhkan, terutama anak-anak. Legenda menceritakan bahwa ia menjatuhkan kantong-kantong berisi emas melalui cerobong asap atau melemparkannya melalui jendela dan masuk ke dalam kaus kaki-kaus kaki yang tergantung di perapian.

Beberapa tahun kemudian Nicholas menjadi uskup, sehingga ia memakai topi uskup, jubah panjang, jenggot putih dan mantel merah. Setelah kematiannya, Gereja Orthodox mengangkat uskup ini sebagai seorang santo. Gereja tertua di Rusia dibangun untuk menghormati dia. Namanya diperingati setiap tanggal 6 Desember. Gereja Katolik Roma juga menghormatinya sebagai orang yang suka menolong anak-anak dan orang miskin. Santo Nicholas menjadi santo pelindung bagi anak-anak, pelaut (penumpang kapal), dan pedagang. Selain itu, ia juga dijadikan pelindung banyak kota, propinsi, keuskupan dan gereja. Dengan demikian, ia termasuk santo yang paling populer, sehingga ketika Gereja Katolik mulai merayakan hari Natal, Santo Nicholas digabungkan dalam perayaan Natal ini. Ketika jaman Reformasi, kaum Protestan tidak menghendaki Santo Nicholas sebagai tokoh mereka karena ia terlalu berbau Gereja Katolik. Karenanya, masing-masing negara atau wilayah akhirnya mengembangkan tokoh Si Pemberi Hadiah mereka masing-masing. Di Perancis dia dikenal sebagai Pere Noel. Di Inggris sebagai Father Christmas. Di Jerman sebagai der Weihnachtsmann (Manusia Natal). Ketika komunis mengambil alih Rusia dan tidak mengakui umat Kristiani secara hukum, bangsa Rusia menyebutnya Grandfather Frost, dan ia memakai baju biru bukan merah seperti biasanya. Di Belanda ia disebut Sinter Klaas (yang akhirnya di Amerika terjadi salah pengucapan menjadi Santa Claus). Nama Santo Nicholas masuk ke Amerika melalui para imigran Jerman, di sini dia dikenal sebagai Santa Claus. Santa-santa ini mengenakan berbagai macam warna kostum, kadang bahkan hitam! Tapi mereka semua memiliki kesamaan: berjenggot putih dan membawa hadiah untuk anak-anak.

Tokoh Santa Claus versi Amerika diambil dari legenda Belanda Sinter Klaas, yang dibawa oleh pendatang New York pada abad ke-17. Pada awal tahun 1773, nama Santa Claus muncul sebagai "St. A Claus", kemudian seorang penulis terkenal, Washington Irving, yang memberikan informasi lengkap tentang Santo Nicholas versi Belanda. Dalam tulisannya, History of New York, yang diterbitkan pada tahun 1809 dengan nama samaran Diedrich Knickerbocker, Irving menggambarkan tentang kedatangan Santo ini dengan berkuda (tanpa ditemani Black Peter) pada setiap malam Santo Nicholas. Santa versi Amerika mulai dikenal pada tahun 1823 melalui tulisan A Visit from Saint Nicholas yang lebih dikenal dengan judul The Night Before Christmas yang ditulis oleh Clement Clarke Moore. Moore juga menyebutkan nama-nama dari rusa-rusa yang dipakai Santa, cara tertawa Santa, caranya mengedipkan mata, anggukan kepalanya, dan menyebutnya sebagai peri tua yang suka menghibur, bertubuh gemuk, dan masuk melalui cerobong asap.

Santa versi Amerika ini dikembangkan lebih lanjut 40 tahun kemudian oleh Thomas Nast, kartunis politik, yang menciptakan Santa untuk sampul depan majalah Harper ‘s Week edisi Natal dari tahun 1860 sampai tahun 1880. Santa ciptaannya digambarkan sebagai pria tua yang suka menghibur, bertubuh gemuk dan menghisap pipa bergagang panjang. Nast menambahkan cerita-cerita seperti tempat kerja Santa di Kutub Utara (tempat Santa membuat mainan) dan daftar anak baik dan anak nakal di seluruh dunia yang dimiliki oleh Santa. Akhirnya, dari tahun 1931 sampai tahun 1964, Haddon Sundblom menciptakan Santa baru setiap Natal untuk iklan Coca Cola yang muncul di seluruh dunia, bukan lagi sebagai peri namun digambarkan sebagai manusia. Santa inilah yang kita kenal sekarang, dengan kostum merah berhias bulu-bulu putih, sepatu bot dan sabuk kulit, jenggot panjang putih dan sekarung mainan yang tergantung di punggungnya. Dalam cerita versi modern ini, hanya para pekerja yang membantu Santa membuat mainan yang berwujud peri. Rudolph, rusa kesembilan, yang berhidung merah mengkilat, diciptakan pada tahun 1939 oleh seorang penulis iklan untuk perusahaan Montgomery Ward Company.

Banyak anak-anak yang bertanya-tanya di manakah sebenarnya Santa ini berasal dan di mana ia tinggal jika sedang tidak membagi-bagikan hadiah. Akhirnya tersebar cerita bahwa Santa Claus tinggal di Kutub Utara, di sana jugalah ia membuat mainan-mainannya. Pada tahun 1925, karena rusa tidak mungkin hidup di Kutub Utara, maka koran-koran banyak yang memberitakan bahwa Santa Claus sebenarnya tinggal di daerah Finlandia. Pada tahun 1927, Markus Rautio, seorang pemandu acara "Children’s Hour" di radio Finlandia mengungkapkan sebuah rahasia besar, yaitu: Santa Claus sebenarnya tinggal di suatu tempat yang bernama Ear Fell. Tempat ini terletak di perbatasan timur Finlandia, tempat ini berbentuk seperti telinga seekor kelinci, yang sebenarnya merupakan telinga Santa Claus, dengan telinga inilah ia mendengarkan apakah anak-anak di seluruh dunia berlaku manis atau tidak. Santa mempunyai sekelompok peri yang selalu sibuk membantunya membuat mainan. Setelah berabad-abad, berbagai macam kebudayaan dari belahan bumi utara berbaur menjadi satu dan menciptakan tokoh Santa Claus untuk seluruh dunia. Santa yang selalu awet muda, abadi, manusia berjenggot putih yang tidak dapat mati yang selalu membagi-bagikan hadiah pada hari Natal dan selalu pulang kembali ke Finlandia.

Tepat pada tanggal 9 Mei 1087, para pemilik kapal dari Italy, mengambil semua tulang-tulang dan semua sisa dari tubuh Santo Nicholas untuk dipindahkan dari Turki ke Italy ke kota Bari dan disana dibuat satu gereja besar yg diberi nama St. Nicolaas Katedral. Oleh sebab itu, tiap tanggal 9 Mei orang Italy merayakan hari St. Nicolaas sebagai pelindung para pelaut.

dari berbagai sumber
JN. Rony
200012

December 7, 2000

Aku ingin mati!

Filed under: HandMade — m4m0ru @ 7:23 am and

Itulah yang kurenungkan sampai detik ini… telah sejenak kuambil waktu untuk merenungkan segala tingkah polah yang telah kubuat selama hidup ini… mulai dari kecil sampe segede gajah ini…

Jika kuingat-ingat… sewaktu kecil hidupku penuh dengan idealisme hidup… aku ingin jadi pilot, aku ingin jadi tentara, aku ingin jadi orang yang sukses, aku ingin jadi… masih banyak lagi… semuanya terucap dan tertulis olehku dalam setiap kesempatan ditanyai atau diminta mengisi kolom cita-citaku…

Jika kuingat lagi… sewaktu aku beranjak remaja… hidupku masih penuh dengan idealisme, tetapi semakin bingung dalam menentukan arah… aku hanya bisa berucap aku ingin jadi orang yang berguna…

Jika kuteruskan ingatanku… sewaktu aku mengenal Tuhan, seakan-akan impianku, idealismeku, segala cita-citaku dibuyarkan begitu saja ! Sekejab saja aku mulai mengenal penderitaan, pengorbanan, kasih,… dan masih banyak lagi… semua yang pada awalnya tak pernah kumengerti… dan sampai saat ini pun aku masih tak mengerti…

Sekarang aku telah beranjak dewasa… usiaku sudah bukan remaja lagi, semua cita-citaku saat ini telah lenyap… aku tak tahu lagi harus menggapai apa di dunia yang terasa kejam nian ini…

Harapanku hanya satu… bertekun dalam imanku yang kudapat dengan susah payah… dan aku yakin itu adalah sebuah panggilan, bukan hanya permainan…

Sayangnya aku hanyalah seorang bodoh dan tolol… mungkin lebih dungu dari seekor keledai… yang tak pernah mengulangi kesalahan yang sama… aku hanya bisa menjadi seorang pecundang… ingin meneladan para santo pelindung, tapi seringkali lalai dan malas…

Herannya… Tuhan itu begitu sabarnya… menghadapi aku yang bejat ini pun masih dengan penuh belas kasih… sungguh suatu hal yang tak masuk di akal siapa pun…

Dari Yesus aku mengenal untuk berkorban, dari Yesus aku mengenal untuk mengasihi, dari Yesus aku mengenal untuk menderita demi kebenaran… dan satu yang pasti, dari Yesus aku mengenal untuk siap mati!

Bila kulihat, hidup itu memang enak… tapi sayang penuh dengan permainan… sehingga untuk mendapatkan enak harus mengorbankan yang lain… lalu apa gunanya hidup?

Tapi Sang Guru telah mengajarkan agar hidup dipergunakan untuk melayani sesama, agar hidup dipakai sebagai tabungan di saat mati…
Ya! Mati adalah sebuah kiamat bagi sebagian orang… tapi mati bisa jadi bukan berarti mati, tapi sebuah awal kebangkitan baru…

Suatu hidup baru yang penuh dengan sukacita surgawi…

Itulah yang saat ini ingin kucapai! Ya! Aku ingin mati!

Masalahnya sekarang, sudah siapkah aku untuk mati???

JN. Rony
20001207

December 2, 2000

Laporan Khusus Pasar Murah

Filed under: HandMade — m4m0ru @ 7:22 am and

Marinus Yohanes, 2 Desember - Pagi itu, suasana Gereja St. Marinus Yohanes, Kenjeran terasa lain daripada yang lain. Suasana sepi yang biasa menaungi keseharian di paroki yang terletak di Komplek AL ini tiba-tiba berubah menjadi ramai. Begitu banyak orang berbondong-bondong menuju halaman gereja. Ada apa gerangan ? Demo ? Bukan, ternyata ada PASAR MURAH.

Dalam rangka menggalang dana, Badan Pelayanan Muda-Mudi (BPM) seksi Divisi Sosial (DIAL) berinisiatif mengumpulkan baju dan barang bekas layak pakai untuk dijual lagi dengan harga sangat murah. Sasarannya ? Saudara kita yang kurang mampu di Kenjeran dan sekitarnya. Setelah berjuang mengumpulkan baju-baju dan barang-barang tersebut, semua dikumpulkan di "markas besar" DIAL, yaitu di rumah "bos" DIAL, Debbie, yang kemudian dilakukan penyortiran harga, mulai 1000 sampai 10 ribu.

Pada hari H-nya… ternyata antusias masyarakat "bawah" di sekitar Kenjeran pun cukup besar, terbukti dengan berbondong-bondongnya mereka menyerbu halaman MY yang dipinjam sebagai tempat berjualan. Semuanya berebutan ingin membeli baju yang mereka inginkan, bahkan jumlah panitia ditambah dengan satpam gereja sebanyak kurang lebih 25 orang itu hampir tidak sanggup mengatasi massa yang bergerombol. Tawar menawar pun sering terjadi, walau harga barang telah ditetapkan… dan memang pada akhirnya sebagian panitia mau tak mau pun harus "merelakan" dagangannya dijual lebih murah.

Berhasilkah acara ini ? Dari segi pendapatan, beberapa orang menyebutkan bahwa pasar murah kali ini lebih sukses dibandingkan dengan pasar murah yang pertama kali diadakan di Gereja Hati Kudus Yesus (Katedral) tahun lalu. Pasar murah yang sedianya dimulai dari pukul 9 pagi, terpaksa dibuka setangah jam lebih awal akibat banyaknya pembeli yang sudah tidak sabar dan ditutup sekitar pukul 11.00, dengan kondisi barang yang hampir ludes karena sisanya memang tidak laku terjual, walau barang-barang sempat diobral. Yang disayangkan adalah cukup banyak "jualan" yang lenyap tanpa ada uang yang masuk, begitu penuturan dari beberapa panitia dan juga dari satpam yang berjaga di sana. "Tapi mau bagaimana lagi ?", begitu kata mereka.

Di akhir acara, dilakukan penghitungan uang masuk dan diketahui mampu menghasilkan lebih dari 2,5 juta yang nantinya akan digunakan oleh BPM untuk membiayai kegiatan-kegiatan mereka dalam membina PD-PD ataupun mengadakan event-event gereja. Puji Tuhan ! Setidaknya itu juga yang terucap dari sebagian besar panitia. Capek memang, tapi rasa puas turut menyertai… bisa mencari dana sekaligus membantu "wong cilik". Acara diakhiri dengan doa bersama dan ditutup dengan berkat Tuhan oleh Romo Agus, sebagai Romo Paroki St. Marinus Yohanes.

JN. Rony
20001202

« Previous Page

WPMU Theme pack by WPMU-DEV.