..:: Mamoru’s HandMade ::..

December 28, 2000

JN. Rony: Lembar kenangan yang tercecer…

Filed under: HandMade — m4m0ru @ 7:29 am and

Tak terasa setahun khan segera berlalu… banyak sekali suka-duka, kenangan manis-pahit yang telah kita rasakan selama setahun ini…
Sebagai manusia yang tahu rasa syukur pada Sang Pencipta, aku ingin merefleksi diriku, tentang apa yang telah kualami…

Aku menoleh kembali ke belakang…
Tak sadar selama ini pula aku telah ditempa dengan baik oleh Sang Maestro…
Banyak sekali pukulan-pukulan keras yang kuterima dari Sang Mpu…
Yang kurasakan cukup membuat aku tegar dan berdiri hingga saat ini…

Mei 1999, setelah melewati bulan-bulan penuh ketidakpastian dalam suasana reformasi (walau sampai sekarang masih), aku dikejutkan oleh berita kematian salah seorang adik kelasku, Lie Yovinus Yendi Lienardi (alm.) yang meninggal gara-gara dibacok tepat di depan kampus sendiri tanpa bisa melawan… aku tersadar bahwa "orang baik mati cepat" dan sekaligus mengingatkan aku akan "ketidaksiapanku" dalam menantikan "hariku"

Agustus 1999, aku berkutat dengan "panggilan hidupku", aku begitu bingung menentukan arahku… saat aku menghadapi proses perkuliahanku yang membuatku stress. Aku kembali ikut Camping Rohani di Tumpang, dan di sana ternyata aku hanya melewatkan waktuku untuk tidur dan menyendiri… aku tahu… saat itu diriku telah kosong… semangatku telah hilang. Tapi dalam beberapa hari pula, Tuhan telah mengagetkan aku dengan peristiwa hebat… aku bisa tetap kuliah…

September 1999, aku marah banget ama Tuhan. Baru saja aku menyatakan diriku menerima "salibNya" sebagai seorang team Persekutuan Doa, aku harus menghadapi diriku sebagai orang tak beridentitas akibat dirampok di tengah jalan yang ramai di siang bolong! Kejengkelan demi kejengkelan kuhadapi yang membuat diriku semakin terpuruk dalam segala pekerjaan… Lambat laun aku melihat bahwa Tuhan telah berulang kali mengingatku, tetapi aku seakan tak peduli… Peristiwa ini semakin membuatku sadar akan berartinya hidupku ini… aku masih boleh menikmati udara (walaupun udara Surabaya begitu sesak) padahal saat ini 2 parang siap menembus perutku di kana dan kiri…

Desember 1999, aku kembali dikecewakan oleh sebuah peristiwa pernikahan kudus yang dirusak oleh sebuah birokrasi payah sebuah Gereja… Seorang temanku yang kami sayangi menikah tanpa memperoleh pelayanan yang layak (menurut aku!). Aku begitu marahnya… aku bahkan spontan mencaci paroki itu… Lambat laun, aku kembali mendapat sebuah peneguhan, kenapa aku begitu marah ? Ternyata aku sangat bodoh selama ini… aku begitu tidak adil pada temanku yang menikah dengan seorang yang beda agama. Aku tidak melihat bahwa cinta mereka mampu mengatasi segalanya… dan aku disadarkan oleh peristiwa ini…

Januari 2000, tak lama setelah aku melewatkan Natalku dengan wajah merengut, yang kuyakini telah membuat bayi Yesus kecewa… aku kembali diberi sebuah pengalaman pahit oleh dunia… aku harus merelakan "kakiku" dibawa kabur oleh seseorang yang "membutuhkannya". Semalam setelah Tahun Baru benar-benar merubah hidupku secara TOTAL. Stress berkepanjangan benar-benar merubah hidupku… aku ingin teriak, tapi aku tak bisa… aku ingin marah, tapi aku tak tahu pada siapa… hanya satu penyadarku… TAKUT AKAN ALLAH, itulah yang kupegang… dan "tamparan" itu datang pada saat aku tugas lektor, yaitu aku "menampar" diriku sendiri dengan bacaan yang kubaca, Yesaya 55:8, ”Sebab rancangan-Ku bukanlah
rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku.”

April 2000, kulewati bulan-bulan dengan penuh pesimisme dan ketidak pastian… dan tibalah pada peristiwa agung sepanjang sejarah… Tuhan menyerahkan hidupNya pada kita… aku dikuatkan oleh sebuah permenunganku, akan betapa panjangnya dan betapa sukarnya jalan yang harus kutempuh ketika menjadi seorang Katolik… 10 tahun bukanlah masa yang singkat dan aku dihibur oleh sebuah pengharapan bahwa aku bisa tetap bertahan dalam segala pencobaan…

Juli 2000, legalah aku setelah berhasil sedikit demi sedikit membangun sebuah kepercayaan diri dan optimis. Aku telah berhasil melewati pula masa-masa penuh stress dalam menyiapkan ulang tahun PD kami… sungguh hari-hari yang berat dan emosi telah terlewati dengan baik… aku tahu bahwa masih banyak persoalan yang harus kuselesaikan antara diriku dengan sesama, keluarga, dan saudara satu tim… tapi aku saat itu yakin bahwa Tuhan akan membantu dengan cara-Nya… asalkan kami mau mengikuti ajaran Santo Paulus, “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu” (1 Tes 5:18). Sayang, beberapa hari kemudian, aku harus mengambil jalan yang pahit, meninggalkan keluargaku… dan belajar hidup mandiri…

Agustus 2000, genap sebulan aku merasakan panas dan kejamnya dunia jalanan… untung aku masih mempunyai teman-teman yang senantiasa membantu aku bila aku membutuhkan… khususnya Yesus yang mau menjagaku senantiasa… aku, dalam permenungkanku tiap malam, sering merasakan bahwa hatiku kerap menangis sekaligus bersyukur, bahwa apabila aku tidak dijagai oleh Yesusku, tentunya aku telah jatuh ke dalam "pelukan" maut yang kerap aku senggol…

September 2000, hampir genap dua bulan sudah… akhirnya aku boleh memulai berdamai dengan keluargaku… tapi aku sadar bahwa aku telah banyak sekali membuang "masa depanku" termasuk studiku… dan akhirnya kuputuskan untuk memulai sebuah Klub Orang Tua Asuh… aku tak ingin mereka merasakan hal yang sama seperti aku… Ayo Sekolah!

Nopember 2000, kejenuhan kembali menaungi diriku… WPP yang kukelola menjadi terhambat, bahkan terancam nggak bisa terbit… pikiranku sungguh kosong waktu itu… untunglah Tuhan kembali mengirimkan orang-orang terbaiknya untuk men-share-kan pengalaman-pengalaman hidupnya yang mengagumkan (menurutku!) untuk boleh diterbitkan pada seminar yang diadakan PD kami… Puji Tuhan! Aku boleh melihat penderitaanku menjadi lebih ringan dari orang lain…

Desember 2000, bulan damai, bulan suci… menjelang Natal di saat umat Islam menjalankan puasa. Aku boleh ceria lagi oleh karena kehadiran teman-teman baru… aku juga masih bersedih oleh karena peristiwa-peristiwa yang kerap menjadi beban pikiranku… Lewat banyak hal aku belajar tentang diriku dan orang lain… dan aku telah memenangkan beberapa senyuman untuk itu! Hari Natal, hari lahir Yesusku… teristimewa di tahun Yubileum yang penuh rahmat… sayang harus dikotori oleh isu bom yang menjadi kenyataan… korban telah berjatuhan… hanya karena fanatisme agama ataukah karena permainan politik ? Tetapi aku boleh tetap bersyukur, bahwa aku boleh ditempatkan di kota yang menurut orang tergolong aman… kotaku terbebas dari bom Natal… Jujur saja, misa malam Natal kulewati bagaikan aku duduk di atas sebuah bom yang siap merenggut aku… walau aku terus meyakinkan diriku bahwa aku telah siap mati… padahal kenyataannya ??? Aku sungguh takut mati! Tak lama, kembali aku dikagetkan oleh kematian ayah seorang saudara dalam tim PD… seorang figur ayah yang membuat aku kagum… diam tapi pasti… seorang guru yang mampu membuat muridnya menangis di hari penutupan peti jenasahnya… dan kemudian, aku pun mendapat sebuah penghiburan oleh Santo Yohanes Rasul, pelindungku… bahwa hanyalah CINTA yang bisa mengalahkan segalanya… dan memang itulah ajaran Yesus yang terutama…

Aku belajar…
oleh karena cinta Tuhanku, aku boleh bersedih untuk bergembira
Aku belajar…
oleh karena cinta Tuhanku, aku disesatkan untuk bisa berjalan menuju terang
Aku belajar…
oleh karena cinta Tuhanku, aku dilemahkan untuk dikuatkan
Aku belajar…
oleh karena cinta Tuhanku, aku dimatikan untuk dibangkitkan

Hanya satu yang tersisa…
Apakah aku telah mempunyai cukup CINTA untuk membalas CINTA Tuhanku ???

JN. Rony
20001228

December 27, 2000

Aku ingin mencintai…

Filed under: HandMade — m4m0ru @ 7:27 am and

Rabu, 27 Desember 2000 baru saja kumasuki. Jam di komputerku sudah menunjukkan pukul 3.25 tapi tetap saja aku belum bisa memejamkan mataku… Dalam kesunyian ini, aku mencoba melihat kembali semua kejadian yang telah lewat dan aku teringat akan satu hal, bahwa hari ini bertepatan dengan pesta Santo pelindungku, Santo Yohanes Rasul dan Penginjil.

Dalam Kitab Suci, Yohanes dikenal sebagai "murid yang dikasihi" sehingga "diserahkanlah ibu-Nya" pada saat Yesus ada di kayu salib. Dulu, saat kupilih Santo Yohanes sebagai pelindungku saat Krisma, aku begitu ingin meneladan dia, yang sering digambarkan sebagai burung rajawali, yang senantiasa melayang tinggi, jauh di atas keduniawian… aku berharap aku dapat meneladan Kristus dengan lebih sungguh…

4 tahun berlalu… aku kembali melihat "peziarahan"ku setelah menjadi murid Kristus. Apa yang kudapatkan? Sungguh, aku seolah bercermin pada cermin yang pecah. Bayanganku terlihat pecah-pecah dan tak teratur… itulah aku selama ini, aku yang belum dapat (atau tepatnya enggan) meneladan Santo Yohanes. Selama ini aku melihat bahwa aku masih saja "bergaul" dengan dosa dan dosa dan dosa! Lalu apa gunanya aku memilih santo pelindung?

Kubuka kembali lembar-lembar sejarah… tertulis bahwa Santo Hieronimus pernah menulis, ketika Yohanes sudah beruban dalam kotbahnya selalu mengulang-ulang: "saling cinta-mencintailah! Itulah perintah Tuhan. Asal kamu lakukan, cukuplah bagimu!" Karena itu suatu saat seorang muridnya bertanya: "Mengapa Bapa selalu saja berbicara tentang cinta?" Jawab Rasul yang sudah sangat lanjut usia itu: "Hal lain manakah yang harus saya bicarakan? Tiada hal lain yang tahan uji kecuali cinta!"

Ya! Memang benar! Tiada hal lain yang melebihi CINTA! Dengan cinta, orang bisa berbuat apa saja… bahkan dengan cinta, orang bisa melakukan hal-hal yang mustahil! Tuhan kita sendiri telah melakukan hal yang "tidak masuk akal" hanya karena CINTA! Para martir dan orang kudus juga telah melakukan hal yang "bodoh" di mata dunia hanya karena CINTA!

Hati yang penuh cinta akan membawa kedamaian…
hati yang penuh cinta akan membawa sukacita…
hati yang penuh cinta akan membawa kebahagiaan…
apakah hatiku telah penuh dengan cinta???
Aku tak tahu…

27 Desember 2000
Pesta Santo Yohanes Rasul

JN. Rony
yang ingin mencintai…

December 25, 2000

Natal Kelabu di Tahun Yubileum…

Filed under: HandMade — m4m0ru @ 7:25 am and

Natal 2000…
Sejak awalnya aku sudah merasakan betapa bosannya Natal tahun ini, entah kenapa…
Mungkin karena banyak teman-teman yang "menghilang", sedangkan aku mau tak mau harus tetap berada di kota kelahiranku ini…
Bila dulu, Natal senantiasa kutunggu dengan perasaan harap, kali ini harus kuakui dengan jujur bahwa aku kurang mengharapkan Natal…
Antara jujur dan tidak, aku merasa kurang layak menghadapi moment indah itu atau aku hanya menginginkan "semarak"nya saja…
Aku tak tahu…

24 Desember, saat-saat yang paling dinantikan oleh segenap umat kristiani…
Aku hanya bisa melangkahkan kakiku yang terasa amat berat…
Aku memaksakan diriku untuk menjadi seorang "penonton" yang manis di gereja…
Aku mencoba, walau itu berat…
Aku pun tak ingin Tuhanku kecewa padaku…
Karena aku tak menghadiri perayaan ulang tahun-Nya…

Entah kenapa malam itu menjadi begitu kelabu…
Baru saja aku dan teman-teman mendekati kompleks gereja, kami mendengar berita yang menyakitkan…
Banyak gereja menjadi sasaran bom waktu…
Saat itu juga, aku hanya bisa mengelus dada…
Apa yang telah terjadi, hingga dunia sudah berubah semakin kacau ?

Aku mengangkap banyak sekali reaksi…
Antara yang kaget maupun tidak…
Semuanya tak percaya dengan peristiwa kelabu ini…
Bahkan kami pun melewati Misa Natal dengan banyak kekhawatiran dalam hati…
Kami tahu kami MASIH BELUM ingin mati !

Banyak pihak heran…
Mengapa dalam suasana damai masih saja ada angin permusuhan ?
Aku pun jadi heran, tapi aku tak bisa berbuat apa-apa…
Dalam hatiku serasa ingin berteriak…
Ini saat Natal !!! Saat Tuhanku lahir… mengapa dinodai ???

Ya ! Saat itulah keenggananku akan Natal berbalik menjadi kepedulian…
Mungkin inilah yang menjadi tamparan bagiku…
Aku tahu bahwa Tuhanku saat ini tentu sangat sedih…
Melihat pesta-Nya dirusak dengan cara keji dan biadab…

Seharian aku membaca banyak berita kemarin malam…
Banyak sekali fakta dan tudingan atas Natal kelabu itu…
Aku pun berbalik pada suara sang malaikat…
"Jangan Takut !"
Aku seakan mendapat peneguhan seperti para gembala di padang rumput…
Ya ! Juru Selamatku TETAP lahir…
Walau di tengah dunia yang kacau…

Selamat Ulang Tahun Yesusku !

JN. Rony
20001225

Next Page »

WPMU Theme pack by WPMU-DEV.